Sabtu, 05 Oktober 2013

Muslim adalah sebutan yang identik bagi orang yang beragam Islam. Ingat pada tulisan sebelumnya tentang Arti Sebuah Agama atau pengertian Agama secara bahasa, yaitu “atauran, tata cara, system tentang keimanan, peribadatan seorang hamba kepada Tuhannya, pergaulan atau hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya”. Memahami Islam adalah hal yang sangat penting bagi seorang muslim, agar mengenal dan paham tentang Islam, serta tidak terjerumus atau keluar dari Islam.


Pengertia Islam

Dari segi bahasa kata Islam dan Muslim adalah dua kalimat yang berasal dari kata dasar yang sama, yaitu Salama dari fi’il madhi tiga huruf, di dalam ilmu shoraf disebut dengan tsulasi mujarrad. Terlebih khusus kata Islam berasal dari fi’il madhi tsulasi majid (pertambahan satu huruf), yaitu Aslama dangan Masdar-nya Islaman yang berarti menerima, taat dan menyerakan diri hanya kepada Tuhan. Sedangkan Muslim berasal dari Muslimun, isim maf’ul, yaitu seseorang yang beragama islam..

Sedangkan pangertian (makna) Islam yang telah didefinisikan oleh para ulama adalah, pertama al istislamu lillahi bit tauhidi : berislamlah kamu kepada Allah dengan meng Esakan-Nya, sebagaimana firman Allah SWT dalam al-qur’an, yakni pada surah al ikhlas ayat 1-4 yang artinya : “Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. Kedua wal inqiyaadu lahu bit too’ah : tunduk atau taat kepada Allah dengan melaksanakan apa yang telah diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah. Dan ketiga wal barooatu minasyirki wa ahlihi : terlepas atau bebas diri dari segala bentuk perbuatan syirik dan dari ahli kemusyrikan.

Dari defenisi para ulama tersebut jelas, bahwa seorang Muslim adalah orang yang mengesakan tuhannya dengan keimanan dan ketaatan terhadapa apa yang diperintah dan dilarang oleh-Nya, serta menajuhi perbuatan yang keluar daring mengesakan tersebur, seperti perbuatan2 syirik atau berhubungan dengan orang yang ahli syirik, semisal berhubungan para ahli ramal dan sebagainya.

Konsep Kepercayaan (Iman)

Dalam Islam kita mengenal adanya konsep kepercayaan (Iman) yang lebih dikenal dengan sebutan Rukun Iman (rukun dalam fiqih selain haji maknanya adalah wajib). Rukun Iman tersebut terdiri dari enam (6) yang wajib dipercaya oleh semua orang muslim, pertama percaya adanya Allah SWT, kedua percaya atas kebaradaan Malaikat2-Nya, ketiga percaya akan Kitab2-Nya, keempat percaya terhadap Nabi dan Rasul-Nya, kelima percaya kepada Qadha dan Qodhar, keenam percaya akan datangnya hari Qiamat.

Konsep Ibadah

Dalam Islam selain konsep keimanan, ada pula konsep ibadah atau ubudiyyah sebagai seorang hamba terhadap Tuhan, yang dikenal dengan Rukun Islam, siapa yang tidak tahu akan Rukun Islam, biasanya sering kita nyanyikan dan dinyanyikan sewaktu anak2, entah itu dirumah oleh bapak dan ibu, disekolah TK dan SD oleh guru2 Agama, yaitu “Rukun Islam ada lima, pertama Syahadat, kedua sembahyang (sholat), ketiga puasa, keempat bayar zakat, kelima naik haji sampai kebaitullah,,, amin ya Allah 3x Insya Allah” (jika mampu naik haji). Pada Rukun Islam ini ternyata tidak hanya ibadah, akan tetapi konsep keimanan juga ada, pada rukun pertama, yaitu penyaksian dan pengesaan kepada Allah dan penyaksian kepada Nabi Muhammad sebagai utusan (Rasul) Nya.

Prinsip Hubungan Dengan Sesama

Secara mendasar dalam ajaran Islam mengajarkan tentang prinsip hubungan manusia dengan manusia, diantaranya adalah sikap tolong menolong sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam firman surah al-Ma’idah ayat 2 yang artinya : “Tolong-menolonglah kamu dalam berbuat kebaikan dan janganlah kamu tolong menolong untuk berbuat dosa dan pelanggaran”. Saling memberi nasehat, sebagaiman firman Allah SWT dalam surah al-Ashr ayat 3 yang artinya : “……nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. Sikap menjaga perdamaian di antara saudara seagama, sebangsa dan negara, sebagaimana firman Allah dalam surah al-hujurat ayat 10 yang artinya : “Orang-orang yang beriman sesungguhnya bersaudara”, dan firman Allah dalam al-Qur’an surah al-hujuraat ayat 13 yang artinya : “Hai manusia. Sesungguhnya kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menajdikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang bertaqwa di antar kamu” dalam surah al-mutahanah ayat 8 yang artinya : “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”.  Nah mungkin itu saja, kemudian kita masuk pada…

Prinsip Hubungan Manusia Dengan Alam

Alam merupakan tempat hidup manusia, dimana sumber daya alam dapat dimanfaatkan gkelanjutan guna keberlangsungan atau kemakmuran hidup manusia, akan tetapi ada batasan atau prinsip terhadapanya, sebagaimana agama Islam mengajarkan, diantaranya dalam hal pengelolaan atau pemanfaatannya, sebagaimana firman Allah dalam surah Hud ayat 61 yang artinya : “Dia (Allah) telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan memerintahkan kalian memakmurkannya (mengurusnya)”. Disamping pengelolaan atau pemanfaatan, Allah juga memerintahkan untuk menjaganya, sebagaimana firman Allah dalam surah al-A’raf ayat 56 yang artinya : ”Janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya”.

Wallahu a’lam, mohon maaf jika ada kesalahan. Demikian Pengertian Islam, Konsep Iman, Konsep Ibadah, Prinsip hubungan manusia dengan sesama, manusia dan alam sekitar secara mendasar yang diajarkan dalam Islam. Semoga kita selalu disehatkan dan dimudahkan untuk memahami Agama….. Amin ya Rab al ‘alamiin.
Categories:

0 komentar :

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan, Silaturrahim, Komentar, Saran Dan Pesan Yang Membangun